Jumat, 13 April 2018

4 Model Struktur Antrian Dasar yang Umum Terjadi dalam Seluruh Sistem Antrian

Antrian adalah deretan orang yang sedang menunggu giliran untuk dilayani. Menurut Siagian (1987), antrian ialah suatu garis tunggu dari nasabah (satuan) yang memerlukan layanan dari satu atau lebih pelayan (fasilitas pelayanan).

Antrian timbul disebabkan oleh kebutuhan akan layanan melebihi kemampuan (kapasitas) pelayanan atau fasilitas layanan, sehingga pengguna fasilitas yang tiba tidak bisa segera mendapat layanan disebabkan kesibukan layanan. Pada banyak hal, tambahan fasilitas pelayanan dapat diberikan untuk mengurangi antrian atau untuk mencegah timbulnya antrian. Akan tetapi biaya karena memberikan pelayanan tambahan, akan menimbulkan pengurangan keuntungan mungkin sampai dibawah tingkat yang dapat diterima. Sebaliknya, sering timbulnya antrian yang panjang akan mengakibatkan hilangnya pelanggan atau nasabah.

Ada 4 (empat) model struktur antrian dasar yang umum terjadi dalam seluruh sistem antrian, yaitu sebagai berikut:

1.) Single Channel - Single Phase

Single Channel berarti hanya ada satu jalur yang memasuki system pelayanan atau ada satu fasilitas pelayanan. Single Phase berarti hanya ada satu pelayanan. Contoh: Matahari Depok Town Square

Matahari Depok Town Square
(sumber: dokumen pribadi)

Matahari Depok Town Square masuk ke dalam Single Channel - Single Phase karena pada saat itu hanya ada satu kasir yang melayani dan hanya ada satu pelayanan yang dilakukan yaitu pembayaran barang belanjaan.

2.) Single Channel - Multi Phase

Istilah Multi Phase menunjukkan ada dua atau lebih pelayanan yang dilaksanakan secara berurutan (dalam phasephase). Contoh: Chatime MargoCity



Chatime MargoCity
(sumber: dokumen pribadi)

Chatime MargoCity masuk ke dalam Single Channel - Multi Phase karena hanya ada satu kasir untuk pembayaran sekaligus pemesanan dan ada dua pelayanan yaitu pemesanan sekaligus pembayaran dan pengambilan minuman yang dipesan berada di antrian sebelahnya.

3.) Multi Channel - Single Phase

Sistem Multi Channel - Single Phase terjadi kapan saja di mana ada dua atau lebih fasilitas pelayanan dialiri oleh antrian tunggal. Contoh: Margo XXI Depok

Margo XXI Depok
(sumber: dokumen pribadi)

Margo XXI Depok masuk ke dalam Multi Channel - Single Fase karena ada lebih dari satu loket pembayaran tiket bioskop dan hanya ada satu pelayanan yang dilakukan yaitu pembayaran tiket bioskop.

4.) Multi Channel - Multi Phase

Setiap sistem pada Multi Channel - Multi Phase mempunyai beberapa fasilitas pelayanan pada setiap tahapnya. Contoh: JungleLand Adventure Theme Park Sentul



JungleLand Adventure Theme Park Sentul
(sumber: dokumen pribadi)
JungleLand masuk ke dalam Multi Channel - Multi Phase karena ada lebih dari satu loket pembayaran dan ada dua tahapan pelayanan, yaitu antrian pada saat pembelian tiket dan antrian sebelum masuk ke dalamnya.













Referensi:
https://sites.google.com/site/operasiproduksi/teori-antrian
https://irnasianipar.wordpress.com/2014/12/04/pengertian-teori-antrian/

Kamis, 22 Maret 2018

Rekayasa Lalu Lintas di pertemuan antara Jalan Kartini, Jalan Boulevard GDC, dan Jalan Raya Citayam


Arus lalu lintas macet di pertemuan antara Jl. Kartini, Jl. Boulevard GDC, dan Jl. Raya Citayam di setiap jam berangkat kerja (sekitar pukul 05.30 hingga pukul 08.00 WIB) dan di setiap jam pulang kerja (sekitar pukul 17.00 hingga pukul 20.00 WIB). 

Before

Kemacetan dikarenakan kendaraan menumpuk tidak beraturan yang disebabkan oleh tidak tertib lalu lintas para pengguna jalan dan kurangnya personil pengaturan jalan di pertigaan. Ada yang dari Jl. Raya Citayam ingin belok kanan langsung ke Jl. Boulevard GDC, ada yang dari Jalan Kartini ingin langsung lurus ke Jl. Raya Citayam, dan ada yang dari Jl. Boulevard GDC ingin langsung ke Jl. Kartini.

Kendaraan menumpuk dari arah Jl. Kartini merupakan ekor dari kemacetan di Jl. Kartini yang mulai terjadi di pertemuan dengan Jl. Margonda dan juga jalan ke Stasiun Depok Lama. Sedangkan kendaraan menumpuk dari arah Jl. Raya Citayam disebabkan adanya penyempitan jembatan Kali Citayam sehingga kendaraan yang melintas di jembatan tersebut harus bergantian.

Pengguna kendaraan sebenarnya berupaya menghindari kemacetan dengan cara mencari jalan tikus, namun pada akhirnya juga bertemu dengan Jl. Kartini yang macet.

Dulu sempat ada rekayasa arus pada pertigaan tersebut, yakni kendaraan yang dari Jl. Kartini ke Jl. Raya Citayam, diputar terlebih dahulu ke turunan Jl. Boulevard GDC. Namun, karena arus dari perumahan GDC memang sudah padat, maka arus dari Jl. Kartini yang diputar ini makin memperpadat kemacetan di pertigaan yang kebetulan posisinya menanjak.

After

Dari permasalahan yang ada, rekayasa lalu lintas yang akan dilakukan adalah dengan dibuatnya pembatas jalan sepanjang Jl. Kartini hingga Jl. Raya Citayam, dan nanti kendaraan yang ingin ke arah Jl. Boulevard GDC dari Jl. Raya Citayam harus putar balik yang akan dibuat khusus untuk putar balik di sekitar Jl. Kartini agar kendaraan tidak menumpuk di pertigaan. 

Untuk kendaraan yang dari Jl. Boulevard GDC yang ingin ke Jl. Kartini nantinya akan putar balik dulu di Jl. Citayam yang nantinya akan dibuat khusus untuk putar balik di Jl. Raya Citayam.

Rabu, 18 Januari 2017

Masyarakat Kota dan Masyarakat Desa

(Ilustrasi Desa dan Kota)


Masyarakat Kota adalah masyarakat urban dari berbagai asal atau desa yang bersifat heterogen dan majemuk karena terdiri dari berbagai jenis pekerjaan atau keahlian dan datang dari berbagai ras, etnis, dan agama. Sedangkan Masyarakat Desa adalah masyarakat yang tinggal di suatu kawasan, wilayah, teritorial tertentu yang disebut desa.

Ciri-ciri Masyarakat Kota, yaitu:
- Kehidupan keagamaan yang berkurang. Karena pemikirannya yang rasional.
- Sifat gotong royong yang mulai menurun dan masyarakatnya yang bersifat individual. Karena mereka cenderung dapat mengurus dirinya sendiri dan tidak bergantung pada orang lain.
- Tidak terlalu peduli dengan lingkungan sekitar.
- Kehidupan bersifat non-agraris. Karena pekerjaan menuju kepada spesialisasi keterampilan individu masing-masing.
- Jumlah penduduk yang padat dan bersifat heterogen.

Sedangkan ciri-ciri Masyarakat Desa, yaitu:
- Kehidupan keagamaan yang masih sangat kuat.
- Sifat gotong royong yang masih sangat kuat. Karena masyarakat desa hidup dengan saling tolong menolong
- Sangat peduli terhadap lingkungan. Karena mayoritas masyarakatnya bergantung pada lingkungan untuk kehidupannya.
- Kehidupan bersifat agraris. Karena banyak masyarakat desa yang bermatapencaharian sebagai petani dan nelayan.
- Jumlah penduduk yang tidak terlalu padat dan bersifat homogen.

Kelebihan Masyarakat Kota yaitu, sangat menghargai waktu, berpikiran terbuka, tidak bergantung pada orang lain (mandiri), dan pendidikan merupakan prioritas utama bagi masyarakat kota. Sedangkan kelebihan Masyarakat Desa yaitu, memiliki solidaritas yang tinggi antar masyarakatnya, masyarakat masih memegang teguh adat dan budaya yang ada, masyarakat desa sangat menjaga lingkungan sehingga tidak ada polusi seperti di kota, dan masyarakat desa sangat sopan dan ramah terhadap orang lain.

Kehidupan masyarakat kota lebih berkembang dibandingkan masyarakat desa, karena masyarakat kota memiliki daya saing yang sangat ketat diantara masyarakatnya dan juga karena masyarakat kota memiliki pemikiran yang terbuka dan rasional. Kemungkinan untuk mendapat pekerjaan juga lebih banyak didapatkan oleh masyarakat kota dibanding masyarakat desa. Karena mayoritas pekerjaan masyarakat desa adalah petani dan nelayan. Pekerjaan lainnya hanya bersifat sampingan saja. Meskipun ada pula masyarakat desa yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil, TNI, dan lain sebagainya. Namun presentasinya relatif kecil.

Itulah mengapa banyak masyarakat desa yang melakukan urbanisasi (perpindahan dari desa kekota) dengan maksud tujuan ingin hidup lebih baik dan lebih layak lagi dikota. Padahal belum tentu dengan datang ke kota, masyarakat desa mendapat pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik dan layak. Bukankah akan lebih baik jika masyarakat desa tidak melakukan urbanisasi dan tetap didesanya dan sedikit demi sedikit membangun desanya dengan tenaga, waktu, dan pemikiran yang dimiliki masyarakat desa. Dengan begitu, desanya akan sama berkembangnya dengan kota. Jika banyak dari masyarakat desa melakukan urbanisasi, lantas siapa yang akan membangun desa?

Rabu, 14 Desember 2016

Pembangunan Underpass Stasiun Citayam

 

           Saya dan teman-teman saya (Bagus Pabean dan Fauzan) telah melakukan observasi untuk tugas salah satu mata kuliah kami ke beberapa tempat. Seperti Pembangunan MRT didaerah Sudirman dan Pembangunan Underpass yang ada di Stasiun Manggarai. Tapi kedua tempat itu tidak membuahkan hasil apapun. Akhirnya, kami mencoba Pembangunan Underpass yang ada di Stasiun Citayam dan akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan.

(Para Pekerja Proyek Underpass Citayam)
       Kami disambut dengan sangat baik oleh para pekerja proyek Underpass Stasiun Citayam. Kamipun menanyakan banyak hal tentang Pembangunan Underpass Citayam kepada salah satu pekerja. Underpass dibangun untuk memudahkan para pengguna/penumpang KRL (Kereta Rel Listrik) untuk menyebrang antar peron tanpa harus menunggu kereta lewat. Proyek Underpass Citayam ini ditangani oleh PT Modern. PT Modern tidak hanya mengerjakan proyek Underpass Citayam saja. Tetapi juga menangani 6 stasiun lainnya, seperti Stasiun Cilebut, Stasiun Bojonggede, Stasiun Sudimara, Stasiun Tebet, Stasiun Pondok Ranji, dan ada juga proyek di Stasiun Pondok Cina.  

         Pengerjaan Underpass Stasiun Citayam ini baru berlangsung selama 1 minggu dan diperkirakan akan selesai dalam 5-6 bulan kedepan. Pekerjanya sekitar 20 orang dan para pekerja bekerja dari pukul 08.00-16.00 WIB dan dilanjutkan lagi pada malam hari sekitar pukul 00.00-04.30 WIB.

(Foto galian dinding peron yang dikerjakan secara manual)


          Kendala dalam Pembangunan Underpass ini diantaranya adalah seringnya KRL yang lewat membuat para pekerja hanya bekerja menggali dinding peron setiap sebelum dan sesudah KRL lewat. Dan hujan juga menjadi kendalanya, karena setiap hujan para pekerja berhenti bekerja menunggu hujan reda. Karena kalau dikerjakan sewaktu hujan, pekerja takut tanah akan labil, terjadi longsor, dan akan memakan korban.

(Foto Besi BH 5 dan Besi BH 4)

             Dan nantinya rel akan ditopang dengan material bernama Besi BH 5 dan Besi BH 4 (jenisnya berbeda-beda tergantung ukuran), karena kalau rel tidak ditopang ditakutkan rel akan ambruk. Dan untuk memasang Besi BH 5 dan Besi BH 4, harus dilakukan tutup jalur. Entah itu di Jalur 1 ataupun Jalur 2 selama sekitar 3 jam. 

              Untuk masalah jangka waktu Underpass akan tahan lama tanpa masalah apapun atau tidak, tergantung pada PT. KAI mau diadakan rehab oleh PT. Modern atau tidak.

              Kami mengetahui banyak hal setelah terjun langsung mewawancarai para pekerja proyek Underpass Stasiun Citayam.Terimakasih untuk semua pihak yang telah membantu, terutama bapak-bapak pekerja proyek Underpass Citayam:)

Jumat, 28 Oktober 2016

Pembangunan Jalan dan Sarana Transportasi Desa Cisaruni, Kampung Cikasasah, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya

     Desa Cisaruni, Kampung Cikasasah, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya adalah tempat yang sejuk dan nyaman untuk dijadikan tempat berlibur. Udaranya sejuk dan masih sangat hijau dan asri, karena letaknya yang memang berada di kaki Gunung Galunggung.  Banyak sawah dimana-mana. Mayoritas penduduk Desa Cisaruni memiliki balong ikan di rumahnya. Namun, walaupun Desa Cisaruni merupakan akses menuju tempat wisata Gunung Galunggung, tetapi jalanan Desa Cisaruni bisa dibilang kurang bagus dan tidak rata. Seringnya lewat mobil besar (truk) didaerah sekitar Desa Seruni-lah yang mengakibatkan jalanan desa itu menjadi kurang bagus dan tidak rata. Dan di Desa Seruni terbilang susah mendapat akses masuk kedalamnya karena tidak ada angkutan umum apapun. Jadi, kalau kita ingin mengunjungi Desa Seruni, kita harus membawa kendaraan pribadi, seperti mobil.

       Maka dari itu, saya ingin memperbaiki dan meratakan jalan Desa Cisaruni supaya warga nyaman berlalu lalang di desanya sendiri.

(Kurang lebih saya ingin membuat jalannya menjadi seperti itu)

       Dan saya juga ingin membangun terminal angkot (angkutan umum) di sekitar Desa Seruni yang nantinya angkotnya akan melewati Desa Cisaruni menuju tempat umum ataupun pusat kota, supaya memudahkan warga Desa Cisaruni dalam bepergian nantinya. Karena angkot merupakan transportasi umum yang murah. Jadi, saya akan membuat terminal angkot didaerah sekitar Desa Seruni. 

(Kurang lebih saya ingin membuat terminal angkot (angkutan umum) seperti yang sudah ada di Surabaya (seperti digambar))

     Jadi Desa Seruni akan semakin nyaman nantinya dengan jalan yang rata dan adanya terminal angkot (angkutan umum) dan angkot yang akan melewati Desa Seruni. 










Sumber gambar: